+44(0) 1234 567 890 info@domainname.com

Jumat, 04 April 2014

Pentingkah Mempelajari Bahasa Tubuh??

21.53

Share it Please

Cara Belajar Bahasa Tubuh


Dunia Psikologi - Setiap hari manusia tiada hentinya melakukan komunikasi, mulai dari orang tua sampai kepada teman-teman, guru/dosen, rekan bisnis, dan lain-lain. Saking pentingnya komunikasi, sampai-sampai kebanyakan orang melupakan bahwa ada komunikasi lain yang tidak tampak, yaitu "Non-verbal" atau biasa kita sebut "Bahasa Tubuh"

Komunikasi verbal merupakan proses komunikasi melalui bahasa dan kata-kata yang diucapkan. Sedangkan komunikasi non-verbal ialah penyampaian arti (pesan) tanpa kata-kata yang tercermin pada bahasa tubuh dan intonasi verbal. Penelitian  menunjukkan bahwa 80% komunikasi yang dilakukan manusia disampaikan secara non-verbal.

Pengertian Bahasa Tubuh


Bahasa tubuh adalah komunikasi pesan nonverbal (tanpa kata-kata). Bahasa tubuh merupakan proses pertukaran pikiran dan gagasan dimana pesan yang disampaikan dapat berupa isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata, sentuhan, artifak (lambang yang digunakan), diam, waktu, suara, serta postur dan gerakan tubuh.

Bentuk-Bentuk Dalam Bahasa Tubuh


Dalam penggunaannya, bahasa tubuh seringkali digunakan sebagai isyarat pesan palsu untuk tujuan tertentu. Hal ini dapat dihindari dengan mengenal jenis-jenis bahasa tubuh yang ada. Bentuk dan tipe umum dari bahasa tubuh menurut Beliak dan Baker (1981) ada tiga, yaitu:

1. Kontak Mata 

Kontak mata mengacu pada suatu keadaan penglihatan secara langsung antar orang saat sedang berbicara. Melalui kontak mata, seseorang dapat menceritakan kepada orang lain suatu pesan sehingga orang akan memperhatikan kata demi kata melalui tatapan. Misalnya pandangan yang sayu, cemas, takut, terharu, dapat mewarnai latar belakang psikologis kita. Penelitian menunjukkan bahwa seorang pendengar menggunakan kontak mata lebih sering daripada pembicara. 

2. Ekspresi wajah:

Ekspresi wajah meliputi pengaruh raut wajah yang digunakan untuk berkomunikasi secara emosional atau bereaksi terhadap suatu pesan. Wajah setiap orang selalu menyatakan hati dan perasaannya. Wajah ibarat cermin dari pikiran dan perasaan. Melalui wajah orang juga bisa membaca makna suatu pesan.

Ekspresi wajah juga dapat dilihat ketika memandang seseorang yang dianggap sebagai orang yang polos/lugu atau dianggap kejam/dingin. Hal ini didasari oleh ada sebuah ekspresi wajah yang nampak pada seseorang tidak menunjukkan sebuah perubahan seperti yang dilakukan oleh orang lain ketika mendengar atau mengetahui suatu peristiwa, baik kesedihan maupun kegembiraan, keanehan atau kelayakan, kabaikan atau keburukan, dan sebagainya.

3. Gestures (Gerakan Tubuh):

Gestures merupakan bentuk perilaku non-verbal pada gerakan tangan, bahu, jari-jari, dan kaki. Seseorang sering menggunakan gerakan anggota tubuh secara sadar maupun tidak sadar untuk menekankan suatu pesan. Ketika seseorang berkata “Pohon itu tinggi”, atau “Rumahnya dekat”, maka orang tersebut pasti menggerakkan tangan untuk menggambarkan deskripsi verbalnya. Lain halnya ketika seseorang berkata “Letakkan barang itu!”, “Lihat pada saya!”, maka yang bergerak adalah telunjuk yang menunjukkan arah. Ternyata manusia mempunyai banyak cara yang bervariasi dalam menggerakkan tubuh dan angota tubuhnya ketika sedang berbicara. Orang yang cacat bahkan berkomunikasi hanya dengan tangan saja.

Pentingkah Belajar Bahasa Tubuh?? 






Menurut saya sangat penting. Terkadang banyak orang tidak menyadari bahwa ketika mereka berbohong secara verbal (ucapan), bahasa tubuh mereka akan menunjukkan hal yang berlawanan. Misalnya, biasanya orang berbohong tidak akan bisa tahan lama menatap lawan bicaranya. Dia akan selalu mengalihkan pandangannya kepada objek-objek yang ada pada saat itu. Jika Anda peka, maka Anda akan mengetahui bahwa yang diucapkan orang tersebut adalah hal yang tidak sebenarnya.

Contoh lainnya, ketika harus bersikap sopan dengan seseorang yang tidak disukai, mungkin secara verbal seseorang dapat menggunakan kata-kata yang benar, namun tubuh memberontak dengan berbagai cara. Misalnya menjabat tangan sebentar saja, atau mencoba menghindar dari tatapan matanya. Dalam hal ini bahasa tubuh berlawanan dengan bahasa ucapan sehingga terbentuk dua tanda yang berbeda.

Jadi pada intinya, bahasa tubuh itu sangat penting untuk dipelajari. Walaupun tidak secara mendalam, yang penting kita setidaknya tahu tentang lawan bicara kita. Misalnya ketika melihat orang menompangkan tangan di dagu, ini mengartikan apa. Ketika mereka mengetuk-ngetukkan jari berulang-ulang ke meja, mengartikan apa.

Quote dari saya: "Tak selamanya yang terlihat itu selalu benar"

Sekian artikel saya tentang

Mengenal dan mempelajari bahasa tubuh



0 komentar:

Posting Komentar