+44(0) 1234 567 890 info@domainname.com

Selasa, 15 April 2014

Konsep Dasar Dalam Hipnosis Yang Wajib Diketahui

22.18

Share it Please

Hal-hal yang harus dipahami sebelum melakukan hipnosis





HomeProses hipnosis adalah proses mengubah seorang objek atau suyet dalam keadaan normal (dengan beberapa fokus pikiran) ke kondisi hipnosis (dengan fokus pikiran menjadi satu). 

Dalam keadaan terhipnosis, suyet (orang yang dihipnosis) cenderung lebih sugestif sehingga dapat menerima sugesti atau saran. Perilaku baru setelah proses terminasi (setelah bangun dari kondisi hipnosis) bervariasi tergantung dari situasi, kondisi, dan keadaan hipnosis yang dilalui oleh suyet. 

Mereka yang memasuki keadaan hipnosis dalam (deep trance) biasanya memiliki sugesti yang lebih baik dibandingkan dengan yang terhipnosis ringan (light trance).

Mengenal Cara Kerja Otak Manusia Dalam Konteks Hipnosis


Manusia memiliki 2 buah otak, yaitu otak besar (otak kanan) dan kecil (otak kiri). Fungsi otak besar adalah menyimpan memori visual, pengalaman, seni, kreativitas, kepercayaam, sugesti, dan imajinasi. Fungsi otak kecil adalah mencerna hal-hal yang dianggap sebagai logika atau analisis, seperti urutan angka dan abjad, siang dan malam, serta berbagai hal logis lainnya.

Manusia sering menggunakan otak kiri dalam berfikir dan mengambil keputusan. Kemampuan otak kiri hanya sekitar 12% dari total fungsi otak. Salah satu fungsi otak kanan adalah netral, yaitu selalu menerima semua input serta merekamnya di dalam memori. Artinya, otak kanan (subconscious) akan merekam segala hal yang positif atau negatif, baik atau buruk, sebelum disaring di otak kiri dan dicerna kebenarannya. Dalam pikiran bawah sadar tersimpan semua ingatan, kebiasaan, kepribadian, citra diri, dan pikiran atau imajinasi. 

Berikut contoh bagaimana otak kanan selalu menerima setiap input yang masuk tanpa menyaringnya. Seilahkan tarik nafas Anda dalam-dalam dan perlahan, tutup kedua mata Anda dan katakan secara terus-menerus serta berulang-ulang dalam hati (pikiran).

  1. Jangan pikirkan seeokor 'tikus hitam'
  2. Jangan pikirkan seekor 'tikus hitam berbaju merah'
  3. Jangan pikirkan seekor 'tikus hitam berbaju merah' dan 'bereekor hijau'


Apa yang terjadi?? Apakah dalam pikiran Anda baru saja terlintas gambaran tentang 'tikus hitam berbaju merah' dan 'bereekor hijau'?? Hal tersebut terjadi karena sifat otak kanan begitu lugu dan menerima semua input yang didengar, dilihat serta dirasa walaupun sebenarnya mengatakan 'tidak'.

Hal serupa bisa terjadi ketika Anda diajarkan atau mengajarkan kepada anak-anak sewaktu kecil. Sering sekali kita mengatakan, "Jangan nakal, jangan lari-lari, jangan kurang ajar, jangan lompat-lompat, dan sebagainya". Apakah ketika mengatakan larangan tersebut anak Anda menjadi nakal, kurang ajar, serta melompat-lompat?? Jika jawabannya 'iya' mulai sekarang ubah cara pengajaran Anda. Gunakan kata-kata positif seperti, "anak baik berhenti, anak baik menuruti kata orang tua, anak baik duduk diam, dan sebagainya".

Hal ini terjadi karena pada saat anak masih kecil (di bawah 12 tahun) 'gerbang pikiran' (reticular activation system) belum berfungsi dengan baik dan menerima semua perkataan yang didengarnya.

Bagaimana Informasi Masuk Ke Dalam Pikiran Kita??


Pengalaman harian yang Anda dapatkan memalui pancaindra antara lain sebagai berikut. 
  1. Visual, yaitu indra penglihatan
  2. Audio, yaitu indra pendengaran
  3. Kinestik, yaitu indra perasa (panas dan dingin)
  4. Gustatory, yaitu indra pengecap (asin,manis,pahit, dan sebagainya)
  5. Olfactory, yaitu indra penciuman (bau, wangi dan sebagainya)


Pengalaman yang diperoleh melalui pancaindra masuk melalui pikiran sadar (concious) dan disaring melalui sebuah filter reticular activating system (RAS) sebelum akhirnya masuk ke dalam progam alam bawah sadar (subconscious). RAS berguna melindungi Anda dari informasi yang tidak beguna dan berlebihan agar pikiran tetap normal. 

Waktu masih kecil Anda belum mengetahui kalau api itu panas. Kebanyakan merasa takut pada api setelah merasakan jari terbakar oleh panasnnya api. Pengalaman kaget oleh panasnya api tersebut masuk secara sadar melalui indra kiestetik dan menjadi sebuah progam bawah sadar, bahwa api adalah panas serta berbahaya.

Anda juga bisa mencoba melalukan hipnosis sederhana terhadap Anda Anda (untuk di bawah usia 12 tahun). Coba perhatikan ketika anak Anda terjatuh saat berlari, apa yang biasanya Anda katakan?? "Aduh kasian". "hati-hati", serta "tuh kan sakit". Kata-kata tersebut kemungkinan besar anak Anda akan langsung menangis karena kesakitan.

Sekarang lakukan sebaliknya. Ketika anak Anda jatuh, coba langsung bertepuk tangan dan katakan, "horee, wah hebat" atau "ha...ha...ha.. lucu". Lihat apa yang terjadi?? Kemungkinan besar anak Anda akan ikut tertawa dan melupakan rasa sakitnya. Hal ini terjadi karena pada saat terjatuh, anak akan merasa kaget dan RAS-nya terbuka sehingga dapat langsung menerima sugesti yang diberikan.

Kondisi hipnosis yang masuk ke dalam pikiran bawah sadar sejak kecil perlahan-lahan akan menjadi sebuah kebiasaan hidup. Menurut sebuah penelitian, hal-hal yang dilalakukan secara berulang-ulang selama 21 kali sangat berpotensi menjadi kebiasaan yang permanen. Contohnya, kebiasaan memakai baju. Jika terbiasa memasukkan lengan kanan dahulu, sekarang cobalah memasukkan lengan kiri dahulu (begitu juga sebaliknya). Apakah ada hal yang aneh??

Kebiasaan sejak kecil inilah yang telah menghipnotis pikiran kita. Begitu juga dengan kebiasaan buruk (merokok, makan banyak, dan sebagainya) yang dilakukan selama ini. Jika Anda tidak melakukan kebiasaan tersebut, maka pikiran Anda merasa tidak nyaman (tegang).

Sebaliknya, teknik yang sama juga dapat digunakan sebagai hipnoterapi untuk mengubah perilaku buruk seseorang untuk menjadi lebih baik, seperti kebiasaan merokok, marah, malas, paranoid, tidak percaya diri, susah tidur, dan sebagainya.

Sekian artikel saya tentang

dasar-dasar dalam melakukan hipnosis yang harus diketahui


3 komentar:

  1. sepertinya kok rumit banget ya ?? >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau blm dicoba memang kelihatan rumit gan.. tp sbnrnya sederhana kok gan melakukan hipnosis itu :D

      Hapus
  2. Infonya sangat bermanfaat. Thank you, Fahri (:

    BalasHapus